We don't know what will happened in the future. No one can guess, just God who knows.
Sewaktu gue SD dulu, gue ngiri setengah mampus denger cerita temen gue yang liburan ke Bali bareng keluarganya. Gue mikir 'kapan ya gue bisa ke sana? Kayaknya ngga mungkin deh, ayah kan sibuk dan juga keuangan keluarga gue pas-pasan. Boro-boro liburan ke Bali, ke Dufan aja baru sekali'
Siapa sangka, gue yang dulunya cuma bisa ke Bali di dalam mimpi sekarang malah udah menginjakkan kaki ke Tanah Dewata dua kali dalam kurun waktu 4 bulan sama seseorang, seseorang yang berasal dari seberang lautan sana dan tiba-tiba merasuk ke dalam kehidupan gue :)
Pernah kan lo ngeliat bule lagi jalan sambil ngegandeng pacarnya dan pacarnya itu orang Indonesia yang biasa aja? Lo pasti ngiri dan bertanya-tanya 'koq dia bisa sih pacaran sama bule? padahal juga cantikan gue'
Hal itu lah yang sering terbersit di pikiran gue ketika lagi jalan-jalan di Kebun Raya waktu SMP dulu.
Sekarang, gue yang ngerasain tatapan iri dari orang-orang ketika jalan sama seseorang, seseorang yang memberi pelangi di kanvas kehidupan gue selama 8 bulan terakhir ini :)
Semoga gue bisa terus bersama dia dan melakukan petualangan ke Danau Toba, Ngarai Sianok, Green Canyon, Pangandaran, Wakatobi dan keliling Eropa sama dia, aamiin ya Allah :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar